facebooklogocolour

Perjuangkan PPKM dengan Jaminan Penuh Kebutuhan Pokok Sekarang Juga! Program Transisional untuk Melawan Pandemi

buruh tolak phk covid

 Kita harus perjuangkan “PPKM dengan Jaminan Penuh Kebutuhan Pokok” sekarang juga. Seluruh rakyat harus mendapat bansos penuh tanpa-syarat, tanpa harus melalui proses pendaftaran dan pembuktian yang berbelit dan sering kali memalukan. 

Hanya dengan tuntutan ini pula kita bisa menghindari perpecahan di antara rakyat pekerja, antara yang mendukung PPKM dan yang menolak PPKM. Tuntutan ini juga akan menghindarkan kita dari mengambil posisi yang sama dengan kapitalis Indonesia, yang sejak awal juga telah menuntut dilonggarkannya PPKM demi kelancaran profit mereka.

Kapitalisme Gagal Tangani Gelombang Kedua Pandemi

petugas kopid pasrahKegagalan dalam penanganan pandemi merupakan cerminan dari sistem sosial yang sudah membusuk dalam skala dunia. Kapitalisme – kendati memiliki capaian teknologi yang kolosal – terbukti tidak mampu menyediakan vaksin, obat-obatan, dan oksigen untuk menolong ribuan orang yang terinfeksi. Alih-alih menyembuhkan, sistem sosial ini terbukti menjadi tempat inkubasi bagi berkembangnya virus yang mematikan hari ini.

Siapa Oligarki di Balik Pelemahan KPK?

tolak pelemahan kpkSelama ada kelas kapitalis yang memegang kendali atas tuas ekonomi dan mengeksploitasi rakyat pekerja, selama ada Negara Borjuasi yang bertugas memfasilitasi eksploitasi ini dan mempertahankan dominasi kelas kapitalis, maka selama itu pula akan ada korupsi. Usaha KPK untuk memberantas korupsi oleh karenanya adalah seperti menjaring angin, dan kontroversi TKW ini adalah salah satu contohnya.

Kontroversi Civil Society Watch: siapa yang akan mengawasi sang pengawas?

CSW2Belum lama yang lalu, dosen Universitas Indonesia Ade Armando membuat geger dunia “masyarakat sipil” dengan deklarasi pembentukan Civil Society Watch. CSW berambisi menjadi pengawas demokrasi, tetapi pertanyaan yang lantas muncul: Siapa yang akan mengawasi sang pengawas? Di sini pengalaman Soviet (dewan rakyat) dapat memberi jawaban.

Mengapa Hari Ini Demonstrasi Semakin Direpresi?

represi polisiHari ini, kelas penguasa sangat ketakutan terhadap setiap demonstrasi. Pandemi dan krisis yang menyertainya telah mengekspose ketidakbecusan pemerintah. Untuk alasan ini mereka mencoba sebisa mungkin memadamkan setiap gerakan yang muncul. Jelas mereka paham bahwa bila demonstrasi ini dibiarkan bisa menyulut ledakan sosial yang serupa terjadi di banyak negara. Fenomena Thailand dan Myanmar tidak jauh dari pengamatan mereka dan mereka paham betul atas situasi ini.

Dimensi Sosio-Ekonomi dari Bencana Alam di NTT

banjir bandang ntt minBila ada satu hal yang bisa kita semua pelajari dari pandemi Covid-19, tidak ada bencana yang murni alam. Dimensi ekonomi dan sosial memainkan peran penting dalam menentukan lapisan mana yang paling terdampak. Kesiapan dan ketangguhan seseorang dalam menghadapi bencana, serta kemampuannya untuk lalu pulih darinya, ditentukan oleh faktor-faktor sosio-ekonomi. Tingkat penularan dan kematian akibat Covid-19 misalnya berbanding terbalik dengan tingkat pemasukan seseorang. Bencana alam hanya mengungkapkan dengan lebih terbuka ketimpangan-ketimpangan sosial yang sudah mengakar. Begitu juga dengan banjir bandang di NTT, yang hanya mengungkapkan kemiskinan dan ketertinggalan parah yang telah dialami oleh rakyat NTT selama bergenerasi.

Mimpi Universal Basic Income yang tak Kunjung Tiba

bltKrisis overproduksi telah membuat perekonomian tidak berjalan dan PHK besar-besaran terjadi. Untuk mengatasi masalah tersebut, banyak sekali solusi yang ditawarkan baik oleh ekonom borjuis maupun kaum kiri. 

Salah satu yang digagas oleh kaum kiri Indonesia (yang direpresentasikan oleh Budiman Sujatmiko) adalah Universal Basic Income. Tapi, apakah solusi ini menjawab persoalan? Temukan jawabannya dalam artikel berikut ini.

Setahun Pandemi dan Pelajarannya

pasien korona kritisJelas yang dibutuhkan adalah distribusi vaksin yang merata setiap negara. Tapi kenyataannya semua terhalang oleh monopoli sejumlah negara yang lebih dulu mengembangkan anti virus. Siapa yang diuntungkan dari proses ini adalah jelas para pebisnis perusahaan farmasi besar. Tapi siapa yang bisa menantang dominasi ini? Tidak ada satu pun yang bisa menantang ini. Selama sistem ini tidak digulingkan, maka dominasi profit atas nyawa manusia akan terus terjadi.

Golput Saja Tidak Cukup, Saatnya Membangun Partai Buruh!

golput saja tidak cukup min

Jika kita mencoba melakukan introspeksi, aksi golput dilakukan karena tidak adanya politisi yang mampu mewakili rakyat Indonesia. Dengan demikian, perjuangan ini tidak cukup dengan hanya mengajak masyarakat untuk golput.

Tapi apa yang dibutuhkan? Berikut perspektif kami. Selamat membaca.