Mereka yang Berperang, Kelas Pekerja yang Membayar
Ketika perang AS-Iran terus berlangsung tanpa kepastian akhir, rakyat pekerja di berbagai negeri dipaksa membayar mahal harga dari konflik yang tidak mereka ciptakan.
Ketika perang AS-Iran terus berlangsung tanpa kepastian akhir, rakyat pekerja di berbagai negeri dipaksa membayar mahal harga dari konflik yang tidak mereka ciptakan.
Tidak sedikit aktivis kiri yang tampak keras menolak Prabowo, tetapi lunak terhadap partai borjuasi oposisi lainnya. Sikap ini menunjukkan bahwa kritik politik mereka belum sepenuhnya menyentuh akar persoalan kelas.
MBG yang awalnya dirancang sebagai warisan politik Prabowo kini berbalik menjadi beban pemerintahan akibat skandal, kritik publik, dan tekanan ekonomi.
Setelah hampir tiga dekade, Reformasi terbukti gagal karena tidak pernah membongkar fondasi ekonomi-politik yang melahirkan ketimpangan.
Said Iqbal dan para birokrat serikat bawahannya telah menyempurnakan seni menjinakkan dan mengendalikan gerakan buruh. Pelayanan ini sangat diperlukan bagi presiden.
Rupiah yang jatuh semakin dalam menjadi gambaran nyata kebuntuan kapitalisme Indonesia.
Setelah Suharto berhasil membabat kekuatan terorganisir kelas buruh dan tani, datanglah para ekonom borjuis – dengan Sumitro sebagai “godfather” Berkeley Mafia – untuk menanamkan pohon-pohon modal di atas tanah yang telah basah “subur” oleh guyuran darah jutaan rakyat pekerja.
Lenin memahami bahwa penindasan terhadap perempuan berakar pada masyarakat kelas, sehingga pembebasannya hanya mungkin dicapai melalui perjuangan kolektif yang menghubungkan emansipasi perempuan dengan revolusi sosialis.
Dokumen Perspektif Politik 2026, yang telah didiskusikan dan diratifikasi pada Mei 2026, menegaskan kembali seruan kepada seluruh insan revolusioner untuk bersiap menghadapi revolusi.
Perang Iran telah menjadi Vietnamnya Trump, dengan dampak besar pada perjuangan kelas di berbagai negara.