May Day 2026: Reformisme atau Revolusi
May Day 2026 menjadi cerminan gerakan buruh Indonesia, menampilkan perdebatan sesama dua kutub reformisme.
May Day 2026 menjadi cerminan gerakan buruh Indonesia, menampilkan perdebatan sesama dua kutub reformisme.
Ilhamsyah, pemimpin KPBI dan Kompolnas, kini menjabat sebagai komisaris PT Pelindo. Keputusan ini memperpanjang daftar aktivis reformis yang bergabung dengan pemerintahan borjuis dan menegaskan kembali perdebatan lama antara reformisme dan revolusi dalam gerakan sosialis.
Perjuangan melawan birokrasi serikat buruh dan reformisme adalah pertarungan hidup mati kelas buruh Indonesia, yang hanya dapat dimenangkan dengan pemahaman mendalam tentang kapitalisme dan kembali ke akar Marxisme untuk merebut kembali May Day.
Alih-alih menjadi suara oposisi untuk kelas pekerja, Partai Buruh menukar perjuangan mereka demi kedekatan dengan penguasa dan koalisi borjuis, menandai kematian gerakan buruh sejak dini.
Reformisme, seperti yang diusulkan oleh Zaki Hussein dan Muhamad Ridha, mengorbankan prinsip sosialisme demi keuntungan elektoral jangka pendek yang semu.
Partai Buruh berkeyakinan bisa menembus ambang batas parlemen 4 persen. Ini dibuktikan oleh riset internal mereka yang diprediksi meraih 4,8 persen suara pada pemilu kali ini.
Partai Buruh tengah mengalami krisis. Ini dipicu ketika Said Iqbal memberikan sinyal dukungannya terhadap Ganjar Pranowo.
Krisis kapitalisme akan terus memprovokasi konflik kelas antara buruh dan kapitalis. Sekarang pemerintah sedang mengorbankan buruh-buruh di perusahaan berorientasi ekspor. Besok bisa saja buruh di sektor lainnya akan dikorbankan. Kita terus dihadapkan pada fakta bahwa buruh lah yang harus menanggung biaya krisis ini.
Kebijakan kolaborasi kelas para pemimpin Partai Buruh hari ini terungkap lagi dengan jelasnya selama rakernas PB kemarin pada 14-18 Januari 2023.
Belajar dari mogok nasional 2012 yang mampu menutup tol dan melumpuhkan ekonomi sehingga bisa memaksa kelas penguasa memenuhi tuntutan kaum pekerja, sudah saatnya demokrasi buruh benar-benar ditegakkan.