Kritik Marxis terhadap Silvia Federici: Apakah kerja rumah tangga merupakan kerja “tidak dibayar”?
Pembebasan perempuan hanya dapat dicapai dengan menghapus perbudakan domestik melalui layanan publik, kemandirian ekonomi, dan transformasi sosialis.
Pembebasan perempuan hanya dapat dicapai dengan menghapus perbudakan domestik melalui layanan publik, kemandirian ekonomi, dan transformasi sosialis.
Lenin memahami bahwa penindasan terhadap perempuan berakar pada masyarakat kelas, sehingga pembebasannya hanya mungkin dicapai melalui perjuangan kolektif yang menghubungkan emansipasi perempuan dengan revolusi sosialis.
Dokumen ini menegaskan garis pemisah antara Marxisme dan gagasan borjuis-kecil seperti Politik Identitas, Interseksionalitas, dan Teori Queer yang mulai populer di kalangan aktivis kiri.
Sejarah 8 Maret mengajarkan bahwa pembebasan perempuan tidak pernah berdiri sendiri, melainkan selalu terkait dengan perjuangan yang lebih luas melawan kapitalisme.
Penindasan perempuan setua masyarakat berkelas, dan cara mengakhiri penindasan perempuan adalah mengakhiri masyarakat berkelas itu sendiri.
Marxisme mengajukan bahwa pembebasan perempuan tidak hanya berfokus pada pemberantasan diskriminasi, tetapi juga pada perubahan struktural dalam kehidupan sosial-ekonomi masyarakat. Proses pembebasan ini memerlukan transformasi mendalam dalam kondisi material.
Lewis Henry Morgan, salah satu antropolog perintis, mengemukakan gagasan revolusioner bahwa perempuan dalam masyarakat awal bebas dan setara, dan bahwa asal mula penindasan perempuan dapat ditemukan dalam kemunculan kepemilikan pribadi dan keluarga monogami.
Prostitusi merupakan tindakan kekerasan terhadap perempuan demi kebutuhan hidup. Selama sistem yang menciptakan kekurangan kebutuhan hidup terutama bagi kaum perempuan tetap ada, maka upaya menghapuskan prostitusi sampai ke akar-akarnya tidak pernah bisa tercapai
Bagaimana kita bisa meningkatkan partipasi kaum perempuan dalam politik? Apakah kebijakan afirmatif adalah jawabannya?
Gerakan perempuan revolusioner yang sudah dihancurkan oleh kontra-revolusi 1965 harus dibangun kembali, karena Sosialisme akan mustahil kalau tidak melibatkan perjuangan kaum perempuan, sebagai lapisan kelas pekerja yang paling tertindas.