Revolusi Kuba di Ujung Tanduk: Bela revolusi Kuba! Tumbangkan imperialisme AS! Perjuangkan sosialisme dunia!
Pernyataan Sikap Perhimpunan Sosialis Revolusioner membela Revolusi Kuba: Gulingkan Imperialisme AS! Hidup Revolusi Sosialis Dunia!
Pernyataan Sikap Perhimpunan Sosialis Revolusioner membela Revolusi Kuba: Gulingkan Imperialisme AS! Hidup Revolusi Sosialis Dunia!
Menyamarkan penindasan kolonial sebagai kedaulatan dan martabat bukan hanya kebohongan—ini adalah strategi yang secara langsung menyebabkan kebingungan, demoralisasi, dan melemahkan gerakan solidaritas internasional.
Peristiwa di Venezuela berlangsung dengan kecepatan luar biasa setelah serangan pada 3 Januari dan penculikan Nicolás Maduro dan Cilia Flores. AS bergerak sangat cepat untuk menegaskan kendali atas Venezuela.
Harapan bahwa dunia multipolar akan mengurangi penindasan runtuh ketika “Doktrin Donroe” justru menormalisasi agresi baru, membuktikan bahwa selama kapitalisme tetap berdiri, konflik antar-imperialis akan terus berlangsung.
Pemboman dan penculikan presiden di Venezuela merupakan eskalasi berbahaya dari agresi sepihak Amerika Serikat. Invasi ini digunakan untuk menundukkan pemerintahan yang tidak sejalan dengan kepentingan imperialisme.
Gerakan perlawanan terus menyebar di seluruh wilayah di Peru. Pemogokan terus meluas di antara kelas pekerja. Tuntutan gerakan ini sangat jelas: kebebasan untuk Castillo, penggulingan Boluarte, pemilu ulang dan pembentukan sebuah majelis konstituante yang baru. Ini adalah tuntutan-tuntutan dasar demokratik untuk melawan kudeta. Tetapi kaum buruh dan tani memahami bahwa pemilihan baru dengan sendirinya tidak akan menyelesaikan masalah. Seluruh sistem politik yang ada telah membusuk dari cabang sampai ke akar-akarnya. Semua ini ada untuk mempertahankan kepentingan kelas penguasa.
Ketidakstabilan, polarisasi dan kebencian yang meluas terhadap status quo merupakan periode yang tengah dimasuki oleh Brasil.
Jika kaum imperialis bisa mendapatkan dukungan dari PBB untuk tujuan imperialis mereka, mereka cukup senang menggunakannya sebagai kedok yang nyaman, seperti misalnya dengan Perang Teluk pertama dan invasi ke Irak pada tahun 1991, atau intervensi di Kongo di 1960-an, atau yang lebih anyar intervensi di Haiti.
Jika mereka tidak dapat memperoleh dukungan dari PBB, kaum imperialis puas untuk melanjutkan kebijakannya tanpa PBB.
Apa tantangan yang dihadapi oleh Kuba? Berikut analisa mengenai kongres ke-8 Partai Komunis Kuba.
Protes terhadap kenaikan tarif transportasi di Chile berubah menjadi gerakan melawan pemerintah