Meksiko: Kemenangan AMLO dan Medan Perjuangan Kelas yang Baru
Pemilihan umum secara serentak digelar di Meksiko minggu lalu pada 2 Juli. Dari semua pemilihan yang ada pilpres adalah yang paling perlu kita soroti
Pemilihan umum secara serentak digelar di Meksiko minggu lalu pada 2 Juli. Dari semua pemilihan yang ada pilpres adalah yang paling perlu kita soroti
Kita perlu memperingatkan kembali bahwa terpilihnya kembali Maduro tidak akan menyelesaikan masalah politik dan ekonomi yang dihadapi pemerintahan Bolivarian
Berikut adalah wawancara dengan seorang aktivis revolusioner dari Venezuela mengenai situasi krisis politik yang sedang berkembang dan apa jalan keluar bagi Revolusi Bolivarian.
Satu bulan setelah meninggalnya Fidel Castro pada 25 November kemarin, alangkah baiknya kita mencoba mengkaji kembali Revolusi Kuba dan reaksi pers borjuis terhadap peristiwa bersejarah ini.
Untuk memperingati 35 tahun pembunuhan terhadap Uskup Agung Oscar Romero, pembela rakyat miskin El Salvador, kami terbitkan di sini tulisan karya Alan Woods yang mengupas situasi politik yang melatarbelakangi peristiwa ini.
Sejak bulan September, Meksiko telah dilanda gelombang protes yang mengguncang seluruh tatanan kekuasaan, yang dipicu oleh dihilangkannya 43 mahasiswa Ayotzinapa. Ratusan ribu kaum muda, buruh, tani, kaum miskin, dan seluruh lapisan tertindas telah tumpah ruah di jalan-jalan, menuntut tidak hanya keadilan bagi 43 mahasiswa yang hilang ini tetapi juga ditumbangkannya pemerintahan ini. Berikut kami sajikan dua artikel analisa mengenai gerakan di Meksiko, dari Alan Woods, dan dari Jorge Martin serta Ubaldo Oropeza, seorang aktivis Marxis di Meksiko.
Pada hari kematiannya, kata-kata ini bergema di pikiranku. Sekarang Hugo Chavez sudah tiada. Masa depan Revolusi Bolivarian dan gerak majunya menuju sosialisme akan bergantung pada kaum buruh, kaum miskin, kaum tani, dan pemuda revolusioner – orang-orang yang telah menjadi daya kemudi revolusi dan telah membelanya dalam semua momen kunci. Segalanya bergantung pada mereka.
Kenyataan yang pahit adalah bahwa ini adalah sebuah kemenangan yang sangat tipis, dan harus menjadi peringatan serius untuk revolusi. Sejak 7 Oktober, Revolusi Bolivarian telah kehilangan 680 ribu suara, sementara Capriles meraih jumlah yang sama. Mood di antara massa revolusioner adalah mood sukacita setelah berhasil meraih satu kemenangan lagi, tetapi pada saat yang sama ada mood oto-kritik yang militan.
Aku bukan seorang Chavista. Tapi wafatnya Hugo Chavez membuatku merasa sangat terpukul. Seperti kata Bung Karno: Yo sanak, yo kadang, malah yen mati aku sing kelangan.
Dengan semangat pantang menyerah, kelompok oposisi Venezuela kembali melancarkan kampanye busuknya kepada Chaves yang sedang melakukan pemulihan kesehatan di Kuba sejak Desember lalu.