Skip to content
Sosialis Revolusioner
Menu
  • Berita
  • Analisa
    • Gerakan Buruh
    • Agraria & Tani
    • Gerakan Perempuan
    • Gerakan Mahasiswa
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemilu
    • Hukum & Demokrasi
    • Imperialisme & Kebangsaan
    • Krisis Iklim
    • Lain-lain
  • Teori
    • Sejarah
      • Revolusi Oktober
      • Uni Soviet
      • Revolusi Indonesia
      • Lain-lain
    • Sosialisme
    • Materialisme Historis
    • Materialisme Dialektika
    • Ekonomi
    • Pembebasan Perempuan
    • Organisasi Revolusioner
    • Iptek, Seni, dan Budaya
    • Lenin & Trotsky
    • Marxisme vs Anarkisme
  • Internasional
    • Asia
    • Afrika
    • Amerika Latin
    • Amerika Utara
    • Eropa
    • Timur Tengah
  • Perspektif Revolusi
  • Program
  • Pendidikan
  • Bergabung
Menu

Ulasan Artikel Lenin mengenai “Sikap Partai Buruh Terhadap Agama”

Dipublikasi 8 September 2026 | Oleh : Fahri Anam

Kaum revolusioner sering kali dituduh sebagai ateis yang ingin menghancurkan agama. Sebagai filsafat, materialisme dialektis memang adalah filsafat yang ateistis. Dalam artian, untuk memahami dunia ini, untuk merumuskan program perjuangan buruh, kaum materialis tidak membutuhkan wahyu ilahi dari atas. Kami meyakini bahwa dari masa ke masa agama telah digunakan kelas penguasa – lewat layanan para pemuka agama yang ada di kantung mereka – untuk meninabobokan rakyat pekerja, membenarkan sistem penindasan yang ada, memecah belah rakyat pekerja, dan mengaburkan pertentangan kelas yang ada.

Namun ini bukan berarti tugas dan program utama kaum revolusioner adalah menyebarkan propaganda ateis atau menyatakan perang terhadap agama. Ini adalah kebodohan, yang justru membuat kita tergelincir pada perangkap kelas penguasa dalam menggunakan agama untuk memecah belah rakyat. Satu-satunya cara untuk membebaskan massa dari kungkungan agama yang mencekik mereka dan membodohkan mereka adalah lewat praktik konkret perjuangan kelas. Inilah mengapa kelas penguasa begitu takut dengan perjuangan kelas, dengan aksi massa, dengan pemogokan. Lewat praktik-praktik konkret ini massa belajar dengan lebih cepat. Sebaliknya, kelas penguasa selalu ingin berbicara mengenai agama untuk mengalihkan perhatian rakyat dari perjuangan kelas. Bila kita jatuh ke dalam ateisme vulgar macam anarkisme atau intelektual borjuis seperti Richard Dawkins, maka kita memberikan layanan pada kelas penguasa.

Dalam artikel Sikap Partai Buruh terhadap Agama oleh Lenin, yang baru saja diterjemahkan ini, Lenin menjelaskan bagaimana kaum materialis dialektis dan partai revolusioner menyikapi agama. Kaum materialis berjuang melawan filsafat idealisme, yang salah satu perwujudannya adalah agama. Tetapi Lenin menjelaskan, ini bukanlah perjuangan “abstrak”, yang dikobarkan dengan “khotbah teoretis yang terasing dari realitas”. Perjuangan ini harus berpijak “di atas basis perjuangan kelas yang tengah berlangsung dalam praktik.” Mengapa? Karena ini akan “mendidik massa lebih jauh dan lebih baik daripada cara apapun.”

Ketika massa mulai bergerak berjuang melawan penindas mereka, mereka segera bersatu ke dalam kelas mereka dan menanggalkan semua identitas yang sebelumnya memecah belah mereka: gender, etnis, kebangsaan, agama, dsb. Inilah kekuatan dari aksi massa, yang mendidik massa mengenai pentingnya persatuan kelas.

Di sisi lain, kader-kader partai revolusioner memang harus ditempa dalam filsafat materialisme yang militan, yang dialektis. Hanya dengan demikian partai ini bisa memenangkan pertempuran melawan kapitalisme. Partai tidak akan menghalangi buruh yang masih beragama untuk bergabung ke dalamnya, tetapi dengan bergabung setiap anggota setuju untuk mendalami filsafat materialisme dialektis sebagai fondasi ideologi serta praktik perjuangan mereka.

Dengan pendekatan ini, Lenin dan kaum Bolshevik bekerja dengan sangat berhasil di dalam masyarakat Rusia yang sangatlah relijius. Sebagai partai yang sungguh-sungguh materialis, filsafat mereka tidak menghentikan mereka dari memperoleh dukungan dari mayoritas buruh yang beragama. Justru Lenin mengatakan, partai revolusioner “harus secara sadar berupaya merekrut … kaum buruh yang masih mempertahankan keyakinan kepada Tuhan”, supaya kita dapat “mendidik mereka dalam semangat program [revolusioner] kita.”

Partainya Lenin setiap hari dikecam oleh penguasa dan para pendeta sebagai partai anti-Tuhan, sebagai sekelompok kafir yang tak bermoral, tetapi pada akhirnya partai ini bisa memenangkan buruh dan tani yang relijius ke sisi mereka dan memimpin mereka ke kemenangan Revolusi Oktober. Rakyat pekerja tidak perlu lagi menunggu surga di atas sana, tetapi bisa membangun surga di muka bumi. Inilah kekuatan metode materialisme dialektis, yang dengan begitu baik dijabarkan oleh Lenin di artikel tersebut.

Ingin menghancurkan kapitalisme ?
Teorganisirlah sekarang !


    Dokumen Perspektif

    Perspektif Politik 2026: Terus Bersiap Untuk Revolusi
    srilanka
    Manifesto Sosialis Revolusioner
    myanmar protest
    Perspektif Revolusi Indonesia: Tugas-tugas kita ke depan
    ©2026 Sosialis Revolusioner | Design: Newspaperly WordPress Theme