Rakyat Pati telah menunjukkan keberanian yang luar biasa. Setahun lalu, ribuan rakyat Pati turun ke jalan. Walaupun terkena serangan bertubi-tubi dari aparat: pentungan, gas air mata, hingga penangkapan, rakyat Pati tidak menyerah dan berjuang hingga akhir.
Rakyat Pati bersuara dengan lantang tentang kondisi hidup mereka. Pajak naik, harga bahan pokok naik, pekerjaan sulit, sedangkan di saat yang bersamaan para pejabat bisa memamerkan kekayaannya, yang didapat dari mencuri rakyat kecil. Ratusan kilo emas dan triliunan rupiah mereka simpan di brangkas mereka, sedangkan rakyat kecil menderita! Inilah mengapa rakyat Pati berani melawan, mereka tidak kehilangan apapun selain belenggu mereka!
Apa yang dirasakan Pati dirasakan semua rakyat tertindas. Dari Pati, api menjalar ke penjuru negeri, termasuk dan terutama Ibukota Jakarta. Sama seperti Pati, massa yang melawan dihajar dengan pentungan, meriam air, hingga penangkapan, dan bahkan pembunuhan. Kita masih ingat Affan Kurniawan, yang dilindas hingga mati oleh mobil taktis Polisi. Pemerintah menunjukkan wajah aslinya – musuh rakyat tertindas!
Sekarang, rakyat Pati bergerak ke Jakarta. Mereka membawa tuntutan mereka ke jantung negara. Kita semua harus menyambut aksi massa ini. Pati, kami bersamamu!
HUKUM MATI KORUPTOR!
Tak ada lagi kata ampun bagi koruptor. Mereka telah mengeruk habis sumber daya rakyat tertindas: kaum pekerja, tani, dan miskin kota. Para koruptor membakar habis hutan, menghilangkan pendapatan jutaan orang, sembari menimba kekayaan dari sawit dan tambang. Mereka lebih peduli datang ke acara nikahan mereka, dibanding melihat kondisi rakyat kecil yang menderita! Mereka bisa mencuri triliunan rupiah duit rakyat, namun mereka masih berani untuk berlenggang riang, sembari memotong subsidi dan menaikkan harga barang!
Sudah cukup dengan para koruptor! Mereka harus dihabisi! Kita harus menghukum mati para koruptor tanpa pandang bulu! Gantung mereka semua di atas tribun milik rakyat tertindas!
NASIONALISASI ASET DAN KEKAYAAN KORUPTOR!
Menghukum mati mereka belum cukup. Kekayaan yang mereka ambil harus kita ambil alih! Aset-aset mereka, yang telah mereka curi dari keringat dan darah rakyat pekerja, harus kita kontrol di bawah kuasa rakyat pekerja dan kaum tertindas! Tidak ada lagi kesempatan bagi mereka mencuri alam dan tenaga kita!
Pengesahan RUU Perampasan Aset tidak akan cukup! Siapa yang melaksanakan UU ini? Bila pemerintahan korup yang sama, kita tidak pernah percaya mereka akan melakukan ini. Mereka punya banyak cara untuk menghindar dan mengeles. Kita harus menasionalisasi kekayaan mereka semua – tidak hanya para pejabat korup tetapi juga semua perusahaan yang terlibat dalam praktik KKN ini – di bawah pemerintahan buruh dan kaum miskin. Tidak ada kepercayaan untuk DPR!
TENDANG MEREKA SEMUA!
Rezim Prabowo-Gibran lebih ingin melindungi sesamanya, pejabat dan pengusaha korup, dibanding rakyat kecil. Ini adalah pemerintahan kaum pemodal. Kita rakyat tertindas sudah muak dengan kata-kata mereka!
Reformasi sudah mati! Hidup Revolusi!
Hukum Mati Koruptor!
Nasionalisasi Kekayaan Semua Koruptor dan Kapitalis yang terlibat Korupsi!
