Awal bulan ini, Prabowo tampaknya untuk pertama kalinya melakukan kerja yang “sangat berat” sebagai presiden. Seperti yang dia akui sendiri: “Saya dalam keadaan sedih [karena] saya terpaksa mengganti orang-orang yang saya sayangi … yang sangat berat”. Kepala BGN dan dua wakilnya ditahan dan jadi tersangka korupsi. Namun, hanya orang yang naif yang percaya kata-kata yang keluar dari mulut Prabowo, bahwa ini sesuatu yang “sangat berat” dan membuatnya “dalam keadaan sedih”. Semua ini dilakukannya dengan perhitungan dingin: untuk menyelamatkan dirinya dengan menumbalkan beberapa anak buahnya.
Hampir mustahil Prabowo tidak mengetahui praktik korupsi yang dilakukan Dadan cs., dan bahkan banyak lainnya. Program MBG ini seperti prasmanan besar untuk para pejabat dan kapitalis. Semuanya kebagian. Masalahnya, MBG telah menjadi pusat di mana semua kegeraman rakyat terhadap rejim terkumpul. Ketidakpedulian penguasa terhadap anak-anak rakyat pekerja yang keracunan, inefisiensi, mismanajemen, KKN yang begitu kentara, pemangkasan anggaran sosial, semua ini telah membuat MBG menjadi liabilitas besar bagi rejim. Prabowo harus melakukan sesuatu, dan layaknya Machiavelli, dikorbankanlah orang-orang yang dia sayangi.
MBG juga telah menjelma menjadi problem yang memperparah perekonomian. Pasar melihat MBG sebagai simbol ketidakdisiplinan fiskal pemerintah dan telah menghukumnya dengan jatuhnya nilai rupiah. Tentunya kekhawatiran pasar atas program MBG bukanlah pada nasib rakyat kecil. Pasar menuntut agar uang MBG ini lebih baik dialihkan ke kantong para bankir dan kreditor untuk membayar cicilan utang, atau digunakan untuk menopang kapitalisme yang sedang empot-empotan. Untuk meyakinkan pasar bahwa anggaran MBG digunakan dengan baik, Prabowo terpaksa memangkas ekses-ekses korupsi yang telah jadi sorotan publik.
Namun ini pun tidak cukup untuk menahan kemarahan rakyat. Selang kira-kira seminggu setelah berita pencopotan kepala BGN, demonstrasi meledak dengan salah satu tuntutannya “Hentikan program MBG”. Namun Prabowo tampaknya tidak akan mengindahkan tuntutan ini dan akan tetap getol mempertahankan MBG. Ia telah membangun citra politiknya di seputar MBG. Tidak hanya itu. Bila ia mundur, ini akan memberi tanda bahwa rejimnya lemah dan akan semakin memperkuat kepercayaan diri gerakan.
Dalam rencana jenius Prabowo – seorang yang menurut ketua Partai Buruh Said Iqbal setara Einstein – MBG akan jadi legasinya sebagai pemimpin historis bangsa Indonesia. Program-program sosial lainnya yang efeknya tidak terlihat langsung dialihkan untuk program gimmick yang lebih terlihat, sehingga efektif untuk terus menopang popularitasnya. Siapa yang peduli dengan upah guru honorarium yang hanya Rp 500 ribu per bulan bila ada momen photo-op jutaan anak dapat makan gratis. Selain itu, lewat pengadaan barang dan vendor, uang negara juga bisa disalurkan ke sektor privat. Semua senang. Jutaan anak perutnya terisi, kantong-kantong kapitalis dan pejabat juga terisi penuh. Dalam pikiran Prabowo, ini jelas rencana yang paling jenius, sebelumnya semua berbalik jadi bumerang.
MBG kini jadi tumit Achilles rejim. Setelah serangkaian demo yang mengingatkan penguasa akan ancaman insureksi Agustus tahun lalu, DPR terpaksa bersuara agar MBG dirombak total. Tetapi yang perlu dirombak total adalah seluruh pemerintahan yang ada, dari gedung DPR, gedung-gedung kementerian, Istana Presiden, kantor-kantor polisi, sampai barak-barak militer. Trio yang tertangkap kemarin menunjukkan kebusukan baik pejabat sipil (Dadan), polisi (Sony Sanjaya), maupun militer (Lodewyk Pusung). Kita tidak bisa percayakan para tikus ini untuk mengurus lumbung padi kita. Perombakan total yang diperlukan adalah revolusi untuk menendang keluar mereka semua.
