Skip to content
Sosialis Revolusioner
Menu
  • Berita
  • Analisa
    • Gerakan Buruh
    • Agraria & Tani
    • Gerakan Perempuan
    • Gerakan Mahasiswa
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemilu
    • Hukum & Demokrasi
    • Imperialisme & Kebangsaan
    • Krisis Iklim
    • Lain-lain
  • Teori
    • Sejarah
      • Revolusi Oktober
      • Uni Soviet
      • Revolusi Indonesia
      • Lain-lain
    • Sosialisme
    • Materialisme Historis
    • Materialisme Dialektika
    • Ekonomi
    • Pembebasan Perempuan
    • Organisasi Revolusioner
    • Iptek, Seni, dan Budaya
    • Lenin & Trotsky
    • Marxisme vs Anarkisme
  • Internasional
    • Asia
    • Afrika
    • Amerika Latin
    • Amerika Utara
    • Eropa
    • Timur Tengah
  • Perspektif Revolusi
  • Program
  • Pendidikan
  • Bergabung
Menu

Pekik Revolusi untuk IWD 2026: Perempuan Bersatu, Tumbangkan Rejim Kapitalis Prabowo-Gibran!

Dipublikasi 4 March 2026 | Oleh : Redaksi Sosialis Revolusioner

Setiap tahun, rakyat pekerja Indonesia merayakan Hari Perempuan Sedunia sebagai simbol penting perjuangan demi kesetaraan bagi perempuan. Tahun ini menandai tahun ke-115 sejak IWD pertama kali dirayakan. Lebih dari satu abad rakyat pekerja telah berjuang untuk pembebasan perempuan, dan lewat perjuangan sengit kita telah meraih banyak pencapaian. Namun pada saat yang sama tampaknya kita semakin jauh dari cita-cita masyarakat tanpa penindasan terhadap perempuan.

Menurut laporan Global Gender Gap 2025, dibutuhkan 123 tahun untuk mencapai kesetaraan gender. Ini pun adalah estimasi yang terlalu optimistis, karena hari ini kapitalisme di seluruh dunia sedang memasuki krisis yang terdalam di sepanjang sejarah umat manusia. Dalam krisis ini semua sampah-sampah reaksioner lama muncul kembali: rasisme, xenofobia, seksisme, dst.

Kelas penguasa di mana-mana sedang meluncurkan serangan besar terhadap semua pencapaian yang telah dimenangkan rakyat pekerja. Kita lihat saja bagaimana hak aborsi di AS – yang merupakan hak perempuan atas tubuh mereka – telah dihapus.

Untuk keluar dari krisis utang – utang yang sebagian besar digunakan untuk menopang kapitalis – pemerintah di mana-mana menerapkan kebijakan penghematan yang memangkas drastis anggaran sosial. Anggaran militer juga dinaikkan, yang berarti lebih sedikit uang untuk program-program sosial. Yang paling terdampak dari pemangkasan ini adalah lapisan rakyat yang rentan, terutama perempuan.

Krisis kapitalisme juga berarti semakin banyak perang berkecamuk: Gaza, Ukraina, Yaman, Sudan, Suriah, dan kini mungkin Iran, yang akan menenggelamkan Timur Tengah dalam kubangan darah. Dalam perang, perempuan dan anak-anaklah yang biasanya jadi korban.

Krisis biaya hidup, krisis perumahan, inflasi, semua ini menghantam perempuan paling berat. Dalam gelombang PHK, perempuan-lah yang biasanya pertama kali dihempaskan ke jalanan. Krisis biaya hidup dan inflasi memaksa perempuan kembali ke dapur dan persalinan. Ini juga berarti kekerasan dalam rumah tangga semakin merajalela. Status perempuan semakin terdegradasi.

Seluruh sistem kapitalisme sedang sakit, yang menyeret umat manusia ke dalam barbarisme. Oleh karenanya, tidak lagi cukup hanya berjuang untuk perubahan kecil dan kosmetik. Tidak lagi cukup hanya menuntut DPR meloloskan paket UU itu atau itu. Kita harus mulai melayangkan pandangan dan pukulan kita ke akar permasalahannya: keseluruhan rejim kapitalis yang berkuasa. Rejim ini harus kita tumbangkan bila kita ingin membebaskan perempuan dari penindasan, dari perbudakan domestik, dari kekerasan seksual.

Pemerintahan Prabowo bukan hanya penghalang aktif bagi penyelesaian problem-problem yang dihadapi perempuan tetapi juga sumber dari semua problem perempuan. Pada insureksi revolusioner Agustus 2025 kemarin, kaum muda – dan banyak di antaranya adalah perempuan-perempuan muda – telah memekikkan slogan “Bubarkan DPR”. Mereka tahu bahwa lembaga ini busuk dan tidak bisa lagi direforma. Inilah semangat revolusioner yang harus kita usung hari ini dalam IWD 2026.

Kita tidak bisa lagi menyerahkan nasib kita ke tangan DPR dan pemerintahan yang ada. Pembebasan perempuan tidak akan datang dari negara kapitalis ini. Saatnya kaum pekerja perempuan bersatu dengan kaum pekerja laki-laki, untuk berjuang demi ditegakkannya pemerintahan sosialis, yang berbasiskan kelas pekerja dan kaum miskin. Inilah satu-satunya jalan untuk menghapus penindasan perempuan di muka bumi. Kaum perempuan muda, serta semua insan revolusioner yang ingin membebaskan perempuan dari penindasan patriarki dan kapitalisme, mari kita panjatkan pekik revolusi pada momen IWD kali ini: Perempuan Bersatu, Tumbangkan Rejim Kapitalis Prabowo-Gibran!

Ingin menghancurkan kapitalisme ?
Teorganisirlah sekarang !


    Dokumen Perspektif

    Perspektif Dunia 2025: Dunia Terjungkir Balik – Sistem Kapitalisme dalam Krisis
    Perspektif Politik 2025: Bersiap Untuk Revolusi
    srilanka
    Manifesto Sosialis Revolusioner
    myanmar protest
    Perspektif Revolusi Indonesia: Tugas-tugas kita ke depan
    ©2026 Sosialis Revolusioner | Design: Newspaperly WordPress Theme