Apakah Marxisme dan Perjuangan Kelas “Eropa-sentris”?
Marxisme tidak terikat oleh asal-usul geografis, melainkan menekankan universalitas analisis kondisi material, bukan lokasi atau budaya tertentu.
Marxisme tidak terikat oleh asal-usul geografis, melainkan menekankan universalitas analisis kondisi material, bukan lokasi atau budaya tertentu.
Ketika kita tertawa melihat meme tentang Jokowi dan Prabowo, kita sebenarnya sedang mengingatkan diri kita bahwa kelas penguasa yang ada hari ini, dengan segala kekuasaannya, adalah musuh utama.
Kesalahan besar akan terjadi jika kita melihat borjuasi Indonesia sebagai pihak yang tertindas oleh modal asing, karena mereka justru berkolaborasi dengan kekuatan imperialisme.
Dokumen ini menegaskan garis pemisah antara Marxisme dan gagasan borjuis-kecil seperti Politik Identitas, Interseksionalitas, dan Teori Queer yang mulai populer di kalangan aktivis kiri.
Sejarah 8 Maret mengajarkan bahwa pembebasan perempuan tidak pernah berdiri sendiri, melainkan selalu terkait dengan perjuangan yang lebih luas melawan kapitalisme.
Teror terhadap aktivis hanya bisa dilawan dengan kekuatan kolektif dari bawah, melalui solidaritas luas dan aksi massa untuk mempertahankan ruang demokrasi.
Invasi AS-Israel ke Iran memiliki konsekuensi serius terhadap ekonomi dunia. Solusi sejati hanya datang dengan menggulingkan sistem ini.
Vonis terhadap Fandi memperlihatkan hukum tajam ke bawah tetapi lunak ke atas hukum hanya berlaku bagi mereka yang lemah sedangkan kelas penguasa bebas menyesuaikan aturan untuk kepentingan mereka sendiri.
Penindasan perempuan setua masyarakat berkelas, dan cara mengakhiri penindasan perempuan adalah mengakhiri masyarakat berkelas itu sendiri.
Rezim kapitalis Prabowo-Gibran telah menjadi penghambat perjuangan hak-hak perempuan dan rakyat. Mereka semuanya harus digulingkan.