IHSG Anjlok, Kelas Penguasa Kehilangan Kendali atas Sistem Mereka
Ada ketidakpercayaan terhadap ekonomi Indonesia. Kondisi bursa ini merupakan yang terendah setelah sempat runtuh pada 1998.
Ada ketidakpercayaan terhadap ekonomi Indonesia. Kondisi bursa ini merupakan yang terendah setelah sempat runtuh pada 1998.
Aksi buruh PT. CTLI telah menghidupkan
kembali metode-metode perjuangan kelas militan yang telah kita kenal sebelumnya selama gelombang masif aksi buruh pada 2011-2012 yang memuncak pada Getok Monas.
Pada Rabu pagi, 15 Oktober 2025, kami kehilangan seorang pejuang sejati. Kamerad Timothy, yang telah berjuang tanpa kenal lelah melawan kapitalisme. Dia meninggalkan kami dengan kenangan tentang kegigihannya dalam perjuangan sosialisme.
Demonstrasi yang mengguncang Pati menjadi simbol dari amarah yang terpendam akibat kebijakan kelas penguasa. Ribuan orang turun ke jalan, menuntut perubahan, dan menunjukkan bahwa kemuakan mereka sudah mencapai puncaknya
Dalam dunia yang dikuasai oleh kapitalisme dan ketidakadilan, One Piece muncul sebagai simbol revolusi bagi kaum muda yang haus akan perubahan.
“Hantu One Piece” menghantui kelas penguasa, mewakili ketidakpuasan rakyat terhadap korupsi dan ketidakadilan. Represi yang dilakukan penguasa justru menunjukkan kelemahan mereka dalam menghadapi krisis kepercayaan yang semakin memuncak.
“Surga terakhir di bumi” kini dirusak oleh pertambangan nikel. Raja Ampat yang dulunya memukau dunia dengan keanekaragaman hayatinya, kini terancam tanah gundul dan laut tercemar. Raja Ampat korban rakusnya sistem kapitalis yang mengorbankan warisan alam demi profit sesaat.
Bursa kerja di Cikarang Utara yang sempat memicu kericuhan menjadi bukti nyata bahwa di bawah kapitalisme, rakyat pekerja dan kaum muda harus berjuang keras hanya untuk memperoleh pekerjaan yang layak.
Ketegangan meningkat di Halmahera Timur saat warga adat bertemu aparat yang melindungi PT. Sambaki Tambang Sentosa, menggambarkan siapa yang dilindungi negara dalam konflik sumber daya alam.
Represi band Sukatani atas kritik terhadap korupsi polisi melalui lagu “Bayar, Bayar, Bayar” membuktikan demokrasi dan kebebasan berpendapat hanya berlaku selama tidak mengancam kepentingan kelas penguasa.