Trump Keblinger dalam Perang Iran
Invasi AS-Israel ke Iran memiliki konsekuensi serius terhadap ekonomi dunia. Solusi sejati hanya datang dengan menggulingkan sistem ini.
Invasi AS-Israel ke Iran memiliki konsekuensi serius terhadap ekonomi dunia. Solusi sejati hanya datang dengan menggulingkan sistem ini.
Pemerintah kapitalis Xanana Gusmão, dengan kebijakan yang mengutamakan proyek infrastruktur dan kapital asing, telah membiarkan rakyat Timor-Leste menderita akibat DBD, menjadikan mereka korban pembunuhan sosial.
Bagi kaum buruh di seluruh dunia, tidak ada yang patut dirayakan dari persaingan sengit antara Washington dan Beijing. Baik imperialisme AS maupun Tiongkok sama-sama beroperasi di atas logika kapitalisme.
Krisis Iran sedang diperebutkan: rakyat bergerak, imperialisme mengintai, elit bersiap menyelamatkan diri. Tanpa alternatif revolusioner yang jelas, Iran hanya akan masuk babak chaos baru; jawabannya adalah organisasi buruh dan perebutan kekuasaan.
Menyamarkan penindasan kolonial sebagai kedaulatan dan martabat bukan hanya kebohongan—ini adalah strategi yang secara langsung menyebabkan kebingungan, demoralisasi, dan melemahkan gerakan solidaritas internasional.
Peristiwa di Venezuela berlangsung dengan kecepatan luar biasa setelah serangan pada 3 Januari dan penculikan Nicolás Maduro dan Cilia Flores. AS bergerak sangat cepat untuk menegaskan kendali atas Venezuela.
Harapan bahwa dunia multipolar akan mengurangi penindasan runtuh ketika “Doktrin Donroe” justru menormalisasi agresi baru, membuktikan bahwa selama kapitalisme tetap berdiri, konflik antar-imperialis akan terus berlangsung.
Pemboman dan penculikan presiden di Venezuela merupakan eskalasi berbahaya dari agresi sepihak Amerika Serikat. Invasi ini digunakan untuk menundukkan pemerintahan yang tidak sejalan dengan kepentingan imperialisme.
Di Bulgaria, PP–DB oportunistik menempatkan diri di depan gerakan dengan panji anti-korupsi, sambil menyempitkan amarah massa menjadi isu teknokrasi dan pajak.
Gelombang perlawanan global yang dipimpin oleh Generasi Z sedang mengubah wajah dunia, dan jika revolusi semacam itu menyentuh Tiongkok, dampaknya bisa merubah tatanan sosial dan politik internasional secara mendalam.