Kekacauan Elektoral dan Krisis Demokrasi Borjuis Amerika
Pemilu AS telah usai dan kemenangan telah diumumkan diperoleh oleh Joe Biden dari Partai Demokrat. Para pendukung lesser evil ini pun bersorak-sorai menyambutnya.
Pemilu AS telah usai dan kemenangan telah diumumkan diperoleh oleh Joe Biden dari Partai Demokrat. Para pendukung lesser evil ini pun bersorak-sorai menyambutnya.
Satu-satunya jaminan kemenangan gerakan ini adalah bersandar pada kelas buruh yang bersekutu dengan tani dan kaum miskin kota. Revolusi Thailand selanjutnya akan membutuhkan partai dan program Marxis revolusioner. Benih-benih masa depan revolusi telah hadir di Thailand, yang dibutuhkan sekarang adalah mempersiapkannya.
Jauh sebelum ledakan Beirut, Lebanon sudah berada di jurang kehancuran. Kehidupan kelas pekerja dan rakyat miskin tertindas di sana sedang dihancurkan. Tapi kelas tertindas ini jauh dari kata menyerah untuk melawan rezim penguasa.
Pembunuhan George Floyd hanyalah puncak dari gunung es. Ini bukan masalah satu atau dua apel yang busuk.
Tak ayal tuntutan para demonstran telah mencapai proporsi yang revolusioner, yakni pembubaran institusi kepolisian.
Dalam tulisan ini, kita akan mengungkap apa yang dibutuhkan oleh rakyat Amerika Serikat agar rasisme & institusi kepolisian benar-benar bisa dihapus.
Malcolm X pernah mengatakan: “Tidak ada kapitalisme tanpa rasisme.” Kita juga bisa katakan sebaliknya, bahwa tidak ada rasisme tanpa kapitalisme.
Terbunuhnya George Floyd oleh brutalitas polisi telah memercikkan gerakan protes besar yang kini telah menyebar ke lebih dari 140 kota di AS dan juga banyak negara lainnya.
Dalam artikel ini kami mengupas mengapa kedua partai borjuasi ini pada dasarnya sama, sama-sama berkontribusi pada pesatnya rasisme di AS.
Pemogokan umum pecah di Prancis dengan melibatkan kelas pekerja di semua sektor industri
Protes terhadap kenaikan tarif transportasi di Chile berubah menjadi gerakan melawan pemerintah
Analisa mengenai sebab-musabab jatuhnya Evo Morales dan jalan ke depan untuk melawan reaksi