UU TNI sudah direvisi, yang memberi ruang yang lebih luas bagi militer untuk mengisi jabatan di pemerintahan. Ini merupakan upaya mengembalikan dwifungsi militer yang selama ini telah dihapus oleh Gerakan 98.
Selama Orde Baru, militer memiliki kendali penuh atas setiap lini kehidupan masyarakat. Mereka memata-matai dan merepresi setiap manifestasi ketidakpuasan rakyat terhadap kapitalisme.
Meskipun Gerakan ‘98 berhasil mengusir keluar militer dari pintu depan, militer masuk kembali melalui pintu belakang. Ini karena Gerakan 98’ tidak sepenuhnya menyapu mereka dari kekuasaan.
Bisnis-bisnis militer masih menggurita. Para petinggi militer terus memperkaya diri mereka. Militer terus jadi instrumen aktif kaum pemodal untuk memukul buruh dan tani yang melawan.
Kita tidak ingin mereka kembali seperti dulu di Orde Baru. Namun, kita juga tidak memiliki ilusi bahwa pemerintahan ‘supremasi sipil’ dapat menjamin masyarakat yang bebas dari penindasan serta represi militer. Dalam kapitalisme, ‘supremasi sipil’ hanyalah kedok untuk menutupi kediktatoran orang-orang kaya, yang disokong oleh militer dengan satu atau cara lain. Supremasi sipil tidak lain adalah supremasi borjuis.
Selama dalam sistem kapitalisme, militer akan selalu digunakan kelas penguasa untuk melanggengkan eksploitasi dan opresi terhadap rakyat pekerja. Pengalaman 25 tahun setelah Reformasi menunjukkan fakta ini dengan sangat jelas.
Kita ingin hidup tanpa represi dan penindasan. Tetapi itu hanya mungkin bila kita menggulingkan kapitalisme sebagai akarnya. Satu-satunya jaminan adalah berjuang untuk sosialisme.
Sosialisme berarti menghapus dominasi kapitalis serta seluruh aparatus kekuasaan mereka, baik militer maupun sipil. Sosialisme berarti mempreteli seluruh aparatus kekuasaan kapitalis dan menggantikannya dengan pemerintahan sosialis kelas pekerja. Pemerintahan sosialis ini akan mengekspropriasi dan menasionalisasi bisnis-bisnis dan korporasi raksasa yang selama ini menguasai hajat hidup mayoritas rakyat pekerja.
Sosialisme berarti rakyat pekerja yang terorganisir sebagai kelas penguasa, tanpa bos dan tanpa jenderal. Satu-satunya cara untuk mengakhiri supremasi militer adalah dengan berjuang untuk supremasi kelas pekerja dan supremasi sosialisme.
Lawan UU TNI!
Tendang keluar para jenderal dan semua politisi!
Tendang keluar kapitalisme!
Bukan supremasi militer atau supremasi sipil melainkan supremasi kelas pekerja dan sosialisme!
Make 1998 Great Again!