Bolshevisme, Jalan Menuju Revolusi: Bab 24. Perubahan Arus
Berikut ini terjemahan buku “Bolshevisme, Jalan Menuju Revolusi, bab 24. Selamat membaca.
Berikut ini terjemahan buku “Bolshevisme, Jalan Menuju Revolusi, bab 24. Selamat membaca.
Pengalaman telah menunjukkan bahwa strategi bertahan yang baik adalah dengan melakukan serangan. Satunya senjata kelas buruh adalah aksi massa dan mogok.
Ketika kelas penguasa melakukan serangan, kita harus mempersiapkan perlawanan. Kelas buruh harus kembali kepada tradisi perlawanan militan tahun-tahun 2011-12. Inilah yang harus menjadi tujuan bagi setiap buruh yang sadar kelas. Inilah cara menggagalkan Omnibus Law.
Taktik lobi telah menunjukkan impotensinya dalam membendung Omnibus Law.
75 tahun kemerdekaan Indonesia hanya berarti kemerdekaan bagi kapital Belanda dan kapital Indonesia untuk menjarah bangsa ini dan mengeksploitasi rakyat pekerja.
Jauh sebelum ledakan Beirut, Lebanon sudah berada di jurang kehancuran. Kehidupan kelas pekerja dan rakyat miskin tertindas di sana sedang dihancurkan. Tapi kelas tertindas ini jauh dari kata menyerah untuk melawan rezim penguasa.
Bertahun-tahun yang lalu kelas pekerja telah membayar krisis dengan penghematan, dan sekarang mereka akan diminta kembali membayar krisis yang dipercepat oleh pandemi ini.
Beban krisis ini akan dialihkan kepada rakyat pekerja dengan meningkatkan pajak, menarik subsidi, sampai mereformasi hukum anti-pekerja.
Selengkapnya, silakan baca dalam tulisan berikut.
Tulisan berikut ini adalah terjemahan buku “Bolshevisme: Road to Revolution”, bab 23 tentang periode di mana mood patriotisme menyapu gerakan. Selamat membaca.
Selama kapitalisme masih hidup, dan terus melanggengkan kemiskinan dan kesengsaraan bagi mayoritas rakyat pekerja sementara kekayaan berlimpah ruah di tangan segelintir, maka hantu komunisme akan terus berkeliaran.
Kekerasan seksual sangat mengakar di masyarakat kita. Namun DPR enggan mengesahkan RUU yang akan memberikan perlindungan kepada perempuan dari tindak kekerasan seksual. Lalu, apa yang harus dilakukan?
Untuk menjawabnya kita perlu memeriksa akar sejarah munculnya kekerasan seksual pada kaum perempuan. Karena hanya dengan menelusuri asal-usulnya, kita bisa menelusuri bagaimana proses perkembangannya, serta proses kemusnahannya.
Pembunuhan George Floyd hanyalah puncak dari gunung es. Ini bukan masalah satu atau dua apel yang busuk.
Tak ayal tuntutan para demonstran telah mencapai proporsi yang revolusioner, yakni pembubaran institusi kepolisian.
Dalam tulisan ini, kita akan mengungkap apa yang dibutuhkan oleh rakyat Amerika Serikat agar rasisme & institusi kepolisian benar-benar bisa dihapus.