Kapitalisme Menghancurkan Bumi
Meskipun sering disebut sebagai bencana alam, kenyataannya perubahan iklim yang kita hadapi saat ini adalah dampak langsung dari perusakan lingkungan yang dilakukan oleh kelas kapitalis, yang hanya mengejar keuntungan.
Meskipun sering disebut sebagai bencana alam, kenyataannya perubahan iklim yang kita hadapi saat ini adalah dampak langsung dari perusakan lingkungan yang dilakukan oleh kelas kapitalis, yang hanya mengejar keuntungan.
Pada 25 Agustus, tuntutan “Bubarkan DPR” muncul spontan dari massa yang tidak terorganisir, terutama anak muda. Aksi ini menjadi cerminan ketidakpuasan yang sudah dipersiapkan lama oleh kondisi objektif, yakni krisis kapitalisme dunia.
Ilhamsyah, pemimpin KPBI dan Kompolnas, kini menjabat sebagai komisaris PT Pelindo. Keputusan ini memperpanjang daftar aktivis reformis yang bergabung dengan pemerintahan borjuis dan menegaskan kembali perdebatan lama antara reformisme dan revolusi dalam gerakan sosialis.
Seruan “Bubarkan DPR” meletup dari jalanan tanpa komando — ini menjadi isyarat runtuhnya kepercayaan pada parlemen borjuis sekaligus lahirnya tuntutan baru: jika bukan DPR, apa yang menggantikannya?
Hubungan antara Indonesia dan AS semakin terlihat jelas setelah perang tarif yang diluncurkan Amerika, mengungkap bagaimana Indonesia terperangkap di antara dua kekuatan besar yang saling bersaing, tanpa bisa menghindari dampak buruknya
Dalam dunia yang dikuasai oleh kapitalisme dan ketidakadilan, One Piece muncul sebagai simbol revolusi bagi kaum muda yang haus akan perubahan.
“Hantu One Piece” menghantui kelas penguasa, mewakili ketidakpuasan rakyat terhadap korupsi dan ketidakadilan. Represi yang dilakukan penguasa justru menunjukkan kelemahan mereka dalam menghadapi krisis kepercayaan yang semakin memuncak.
Gerakan rizomatik, dengan segala romantisme “perlawanan kecil” dan “tindakan sehari-hari”-nya, sesungguhnya adalah manifestasi dari demoralisasi yang menyamar sebagai strategi revolusioner di tengah krisis kapitalisme yang justru membuka peluang perubahan besar.
Pemerintah Indonesia berencana menerbitkan buku sejarah nasional sebagai acuan pendidikan. Namun, di balik tujuan itu, mereka menutupi fakta sejarah demi kepentingan politik penguasa.
Badai PHK melanda Indonesia dengan intensitas yang semakin meningkat. Dari sektor garmen hingga elektronik, semakin banyak pekerja yang kehilangan pekerjaan mereka. Bencana ekonomi yang dipicu oleh perang tarif global ini semakin memperburuk kondisi sosial-ekonomi yang sudah rentan, terutama bagi kelas buruh.