Aku Merasa Kehilangan, Sebuah Obituari untuk Hugo Chavez
Aku bukan seorang Chavista. Tapi wafatnya Hugo Chavez membuatku merasa sangat terpukul. Seperti kata Bung Karno: Yo sanak, yo kadang, malah yen mati aku sing kelangan.
Aku bukan seorang Chavista. Tapi wafatnya Hugo Chavez membuatku merasa sangat terpukul. Seperti kata Bung Karno: Yo sanak, yo kadang, malah yen mati aku sing kelangan.
Dengan semangat pantang menyerah, kelompok oposisi Venezuela kembali melancarkan kampanye busuknya kepada Chaves yang sedang melakukan pemulihan kesehatan di Kuba sejak Desember lalu.
Sebuah kudeta baru saja terjadi di Paraguay, yang kembali lagi mengedepankan masalah mendesak mengenai Negara dan Kekuasaan Kelas, bahwa Negara Borjuis tidak bisa digunakan untuk kemenangan rakyat pekerja seperti yang ditekankan oleh Lenin.
Pada tanggal 26 September, Venezuela akan mengadakan pemilu Majelis Nasional yang akan menentukan arah revolusi. Tidak mustahil kalau kaum oposisi oligarki bisa memenangkan ini. Rakyat pekerja sedunia, sampaikan dukungan anda, sebar luaskan berita ini. Revolusi Venezuela sedang dalam bahaya.
Semenjak kudeta yang diluncurkan oleh elit politik, bisnis, dan pihak militer di Honduras bulan Juni lalu, dimana Presiden Jose Manuel Zelaya dipaksa turun dari jabatannya, media internasional telah dipenuhi dengan berita bahwa kudeta ini dilakukan karena Zelaya ingin merubah konstitusi secara tidak demokratis untuk memperkuat kekuasaannya. Tuan-tuan dan nyonya-nyonya pemilik modal di Honduras digambarkan sebagai pembela demokrasi yang siap melakukan apapun untuk melawan kediktaturan Zelaya ini. Akan tetapi, apakah yang sebenarnya terjadi di “Republik Pisang” Honduras ini?
Pada hari Sabtu 21 November, Kongres Luar Biasa Pertama Partai Persatuan Sosialis Venezuela (PSUV) dimulai dengan dihadiri oleh 772 delegasi yang berbaju merah.
Kemarin pagi (22/9) pasukan polisi dan tentara secara brutal menyerang ribuan pendukung presiden Mel Zelaya dan mengusir mereka dengan kekerasan dari pelataran kedutaan besar Brazil di ibukota Tegucigalpa.
Hari Senin lalu (21/9), baru dikonfirmasikan bahwa Mel Zelaya ada di ibukota Tegucigalpa. Dia menyerukan kepada rakyat untuk turun ke jalan dan melindungi dia.
Satu tahun yang lalu Pabrik SIDOR dinasionalisasi. Sejak saat itu telah terjadi pertarungan berkelanjutan antara para pekerja yang ingin mengimplementasikan kontrol buruh yang sejati dan elemen-elemen yang sedang melakukan segala cara yang memungkinkan untuk menggagalkan pembentukan “perusahaan sosialis” ini. Ini merupakan bagian dari perjuangan umum antara revolusi dan reformisme dalam gerakan buruh Venezuela.
Kudeta yang baru terjadi di Hoduras sekali lagi memperjelas fakta bahwa bahkan reformasi ringan dalam sistem kapitalisme tak dapat ditoleransi oleh kaum oligarki lokal di Amerika Latin dan para majikan imperialisnya. Namun Venezuela mengajarkan kalau massa dimobilisasi, reaksi dapat dihentikan. Kinilah saatnya untuk memobilisasi kekuatan penuh kaum buruh dan kaum miskin Honduras.