Trump Keblinger dalam Perang Iran
Invasi AS-Israel ke Iran memiliki konsekuensi serius terhadap ekonomi dunia. Solusi sejati hanya datang dengan menggulingkan sistem ini.
Invasi AS-Israel ke Iran memiliki konsekuensi serius terhadap ekonomi dunia. Solusi sejati hanya datang dengan menggulingkan sistem ini.
Krisis Iran sedang diperebutkan: rakyat bergerak, imperialisme mengintai, elit bersiap menyelamatkan diri. Tanpa alternatif revolusioner yang jelas, Iran hanya akan masuk babak chaos baru; jawabannya adalah organisasi buruh dan perebutan kekuasaan.
Sejak pelanggaran gencatan senjata pada Maret, Israel melancarkan serangan yang menghancurkan Gaza secara sistematis. Tujuannya jelas: memaksa penduduk Palestina meninggalkan tanah mereka melalui kekerasan dan kebijakan yang bersembunyi di balik kedok “kemanusiaan.”
Setelah serangan besar Israel terhadap Iran, dunia kini dihadapkan pada potensi perang besar-besaran yang akan mengguncang ekonomi global dan memperburuk kondisi kelas pekerja.
Di balik kemegahan proyek kota masa depan NEOM yang digadang-gadang sebagai “keajaiban dunia baru” oleh Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed Bin Salman, tersembunyi kisah pilu ribuan pekerja migran yang harus bekerja dalam kondisi mirip perbudakan.
Setelah 14 tahun perang, Suriah memasuki babak baru yang penuh ketidakpastian, di mana kekosongan kekuasaan pasca runtuhnya rezim Assad diambil alih oleh milisi-milisi lokal dan pasukan Islamis fundamentalis HTS.
Imperialisme Barat, terutama AS, membutuhkan sekutu yang stabil dan dapat diandalkan, dan mereka menemukannya dalam Israel.
Solusi satu negara ataupun dua negara bagi masalah Israel-Palestina dalam kerangka kapitalisme adalah utopis dan reaksioner.
Sebagai kaum revolusioner, adalah tanggung jawab kita untuk menjelaskan solusi konkret kepada massa yang semakin menginginkan pembebasan Palestina.
Pernyataan kami berikut ini menyatakan solidaritas kami terhadap rakyat Palestina, dan menjawab kemunafikan menjijikkan dari imperialisme barat dan antek-anteknya.