Ulasan buku Revolusi yang Dikhianati
Buku Revolusi yang Dikhianati ditulis oleh Trotsky untuk menganalisa sebab musabab degenerasi birokratik Uni Soviet.
Buku Revolusi yang Dikhianati ditulis oleh Trotsky untuk menganalisa sebab musabab degenerasi birokratik Uni Soviet.
Setelah diterbitkannya buku Revolusi Permanen karya Trotsky tahun lalu, maka tahun ini salah satu karya terpenting Leon Trotsky, yakni Revolusi yang Dikhianati, untuk pertama kalinya diterbitkan di Indonesia. Karya ini adalah analisa Marxis pertama mengenai sebab musabab kebangkrutan Uni Soviet. Bagaimana Revolusi Oktober terpuruk ke jurang Stalinisme? Apa basis sosial dari birokrasi Uni Soviet? Ditulis oleh Leon Trotsky, pemimpin Revolusi Oktober, dan lalu pemimpin utama dalam perjuangan untuk mempertahankan tradisi Revolusi Oktober dan melawan Stalinisme, buku ini adalah karya yang harus dibaca oleh setiap kaum revolusioner.
Bagi kaum Marxis, Revolusi Tiongkok adalah peristiwa terbesar kedua dalam sejarah umat manusia, yang kebesarannya hanya dapat diungguli oleh Revolusi Bolshevik 1917. Jutaan manusia, yang sampai saat itu telah diperlakukan seperti binatang-binatang pemikul beban imperialisme, mematahkan rantai imperialisme dan kapitalisme, dan menapaki panggung sejarah dunia.
Di antara kita banyak yang mengetahui bahwa asal-muasal Kekristenan tidak ada kaitannya dengan “Malam Kudus” atau orang-orang Majus. Kalau begitu, apakah asal-muasal sejatinya? John Pickard mengkaji realitas perihal timbulnya agama ini – dari posisi kekuatan-kekuatan klas dan perkembangan-perkembangan material masyarakat, dan bukan dari alih-alih fiksi-fiksi yang saleh yang dijejalkan dari mimbar-mibar gereja.
Di dalam gerakan revolusioner, masalah keuangan adalah masalah politik, bukan masalah pembukuan semata.
Dalam rangka memperingati ulang tahun Revolusi Oktober, kami terbitkan sebuah artikel yang ditulis oleh Leon Trotsky oleh Trotsky untuk memperingati Revolusi Oktober pada peringatannya yang ke-18.
Dua puluh tahun yang lalu Tembok Berlin runtuh dan kaum borjuis di dunia Barat sangat gembira, bersukacita akan “jatuhnya komunisme”. Setiap tahun kaum kapitalis merayakannya seperti halnya rejim Orde Baru yang merayakan persitiwa 30 September dengan mesin propaganda mereka. Akan tetapi, dua puluh tahun kemudian situasi terlihat sangat berbeda dimana kapitalisme memasuki krisisnya yang paling parah semenjak 1929. Sekarang mayoritas rakyat di bekas Jerman Timur memilih partai kiri dan mengingat kembali keuntungan dari ekonomi terencana. Setelah menolak Stalinisme, mereka sekarang telah mencicipi kapitalisme, dan kesimpulan yang mereka ambil adalah bahwa sosialisme lebih baik daripada kapitalisme.
The Revolution Betrayed karya Leon Trotsky, yang rencananya akan diterbitkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Militan, merupakan salah satu karya besar Marxis. Ini adalah satu-satunya karya Marxis yang menganalisa dengan serius apa yang terjadi pada Revolusi Rusia setelah kematian Lenin. Karya ini, selain bisa menjadi refleksi historis untuk perjuangan revolusioner hari ini, juga bisa memberikan penjelasan ilmiah bagi publik yang sebagian besar telah diracuni oleh analisa-analisa “ilmiah” dari para intelektual kapitalis. Tanpa pengetahuan mendalam tentang karya ini adalah mustahil untuk memahami sebab runtuhnya Uni Soviet.
Pada tanggal 9 April 2009, Indonesia menyelenggarakan pemilu ke-4nya yang “demokratis” semenjak kemerdekaannya pada tahun 1945.
Semua teori, program, dan kebijakan cepat atau lambat akan menemukan ekspresinya di dalam praktek. Teori Revolusi Permanen, yang merupakan salah satu perkembangan teori Marxis yang paling penting, sudah dikonfirmasikan secara positif oleh Revolusi Oktober 1917 di Rusia. Teori ini juga sudah dikonfirmasikan, secara negatif, di dalam banyak peristiwa semenjak itu. Contoh yang paling buruk dari ini adalah pembantaian satu setengah juta kaum komunis Indonesia pada tahun 1965.