Revolusi tidak lahir dari spontanitas massa semata, ia membutuhkan kepemimpinan revolusioner yang sudah ditempa jauh sebelum krisis meledak. Bolshevik menunjukkan bahwa hanya partai revolusioner yang teruji yang mampu mengubah spontanitas massa menjadi kemenangan revolusi sosialis.
Banjir di Sumatera: Bencana yang Dilahirkan Penguasa dan Kapitalisme
Banjir di Sumatera Utara bukan ulah manusia, tetapi akibat kelas penguasa yang mendukung deforestasi demi keuntungan segelintir. Bencana ini mengorbankan lebih dari 600 nyawa, merekalah yang bertanggung jawab atas bencana ini.
Demagog dan Diktator: Apa itu Bonapartisme?
Ketika negara sebagai instrumen kelas penguasa tampak berbalik mengendalikan sebagian tuannya, sebagaimana pada Napoleon dan Putin, kita berhadapan dengan gejala Bonapartisme yang telah lama dikaji dalam tradisi Marxis.
Imperialisme China menjerat Indonesia lewat utang
Di balik kecepatan proyek kereta cepat, China mengambil peran sebagai kreditor raksasa, proyek ambisius ini justru memperlihatkan bagaimana imperialisme bergerak.
Amerika Serikat: Makna Kemenangan Zohran Mamdani
Rakyat pekerja AS sedang belajar dari Zohran. Pelajarannya jelas: kaum sosialis harus terus berkata jujur bahwa tanpa menggulingkan kapitalisme, program Zohran tidak akan bisa diwujudkan.
Kapitalisme Menghancurkan Bumi
Meskipun sering disebut sebagai bencana alam, kenyataannya perubahan iklim yang kita hadapi saat ini adalah dampak langsung dari perusakan lingkungan yang dilakukan oleh kelas kapitalis, yang hanya mengejar keuntungan.
Dari Sri Lanka ke Nepal: Pelajaran dari Gelombang Revolusi
Revolusi yang menggulingkan rezim-rezim lama di Sri Lanka dan Nepal menunjukkan kekuatan massa, namun tanpa kepemimpinan revolusioner yang jelas, kemenangan tersebut hanya kemenangan semu, tanpa perubahan struktural yang nyata.
Refleksi 25 Agustus untuk Membuka Jalan Ke Depan
Pada 25 Agustus, tuntutan “Bubarkan DPR” muncul spontan dari massa yang tidak terorganisir, terutama anak muda. Aksi ini menjadi cerminan ketidakpuasan yang sudah dipersiapkan lama oleh kondisi objektif, yakni krisis kapitalisme dunia.
Kamerad Timothy: Hidup Singkat, Cita-citanya Abadi
Pada Rabu pagi, 15 Oktober 2025, kami kehilangan seorang pejuang sejati. Kamerad Timothy, yang telah berjuang tanpa kenal lelah melawan kapitalisme. Dia meninggalkan kami dengan kenangan tentang kegigihannya dalam perjuangan sosialisme.
Degenerasi dan Keruntuhan Internasional Keempat: Membela Legasi Kita
Didirikan oleh Trotsky pada 1938 sebagai jawaban atas pengkhianatan Internasional Kedua dan Ketiga, International Keempat muncul untuk mengembalikan kepemimpinan revolusioner Marxis demi perjuangan dan kemenangan kelas buruh.
