Ilhamsyah, pemimpin KPBI dan Kompolnas, kini menjabat sebagai komisaris PT Pelindo. Keputusan ini memperpanjang daftar aktivis reformis yang bergabung dengan pemerintahan borjuis dan menegaskan kembali perdebatan lama antara reformisme dan revolusi dalam gerakan sosialis.
Kaum Muda Timor Leste mengikuti Contoh Indonesia dan Nepal
Seiring dengan meningkatnya ketidakpuasan terhadap pengadaan mobil mewah untuk anggota parlemen, gerakan yang dimulai di Timor Leste kini telah berkembang menjadi protes yang lebih luas, mengungkapkan kemarahan rakyat terhadap sistem yang terus memperburuk kemiskinan dan kesenjangan.
Statement Marxista Revolusionariu: Bubarkan Parlemen! Bentuk Pemerintahan Buruh dan Kaum Miskin!
Pada 15 September, ribuan mahasiswa Timor Leste menggelar demonstrasi di depan gedung parlemen untuk memprotes keputusan pengadaan mobil mewah bagi anggota parlemen, sementara rakyat masih menghadapi kemiskinan.
Revolusi Nepal: Apa yang Sebenarnya Terjadi dan Mengapa?
Dalam hitungan hari, protes di Nepal berubah menjadi krisis politik: gedung-gedung negara diserang, para pejabat mundur, dan larangan atas 26 platform media sosial menyulut gelombang perlawanan yang lebih luas terhadap kemiskinan, ketimpangan, dan korupsi.
Makna Slogan Bubarkan DPR dan Dewan Rakyat Pekerja
Seruan “Bubarkan DPR” meletup dari jalanan tanpa komando — ini menjadi isyarat runtuhnya kepercayaan pada parlemen borjuis sekaligus lahirnya tuntutan baru: jika bukan DPR, apa yang menggantikannya?
Pelajaran dari Revolusi 1998 untuk Kita Hari Ini
Meskipun Revolusi 1998 berhasil menumbangkan Orde Baru, tetapi revolusi ini belum mengakhiri kapitalisme. Di tengah-tengah peristiwa yang penuh gejolak penting bagi kaum revolusioner untuk mempelajari revolusi ini.
Reforma dari atas untuk mencegah revolusi dari bawah
Kekuatan rakyat yang terpendam akhirnya mengguncang kekuasaan penguasa. Meskipun pemerintah memberikan konsesi untuk menenangkan massa, itu hanya menunda ledakan yang lebih besar. Krisis semakin tak terelakkan.
Lawan Represi dengan Aksi Massa Terorganisir yang Lebih Besar Lagi, Bukan dengan Tiarap
Tidak ada revolusi yang mulus. Ia penuh jeda, benturan, dan tarik-menarik antara massa dan penguasa. Apa yang tampak sebagai ketenangan hanyalah fase persiapan, di mana rakyat menimbang langkah berikutnya sementara rezim menata ulang strategi untuk menekan.
Bergerak ke pabrik-pabrik, sebarkan revolusi ini ke kelas buruh!
Kaum muda, mahasiswa dan pelajar telah berperan sebagai garda depan gerakan revolusioner ini. Rakyat pekerja miskin pun sudah turun ke jalan dalam jumlah jutaan di seluruh pelosok. Ini cukup untuk menunjukkan kekuatan…
Bagaimana Revolusi Ini Datang dan Kemana Ia Harus Melangkah
Roda revolusi telah berputar dan tak bisa berhenti di tempat. Ia entah harus menang dengan menumbangkan rejim, atau mundur dan kalah.
