Asal Usul Penindasan Perempuan
Penindasan perempuan setua masyarakat berkelas, dan cara mengakhiri penindasan perempuan adalah mengakhiri masyarakat berkelas itu sendiri.
Penindasan perempuan setua masyarakat berkelas, dan cara mengakhiri penindasan perempuan adalah mengakhiri masyarakat berkelas itu sendiri.
Marxisme mengajukan bahwa pembebasan perempuan tidak hanya berfokus pada pemberantasan diskriminasi, tetapi juga pada perubahan struktural dalam kehidupan sosial-ekonomi masyarakat. Proses pembebasan ini memerlukan transformasi mendalam dalam kondisi material.
Ketika negara sebagai instrumen kelas penguasa tampak berbalik mengendalikan sebagian tuannya, sebagaimana pada Napoleon dan Putin, kita berhadapan dengan gejala Bonapartisme yang telah lama dikaji dalam tradisi Marxis.
Didirikan oleh Trotsky pada 1938 sebagai jawaban atas pengkhianatan Internasional Kedua dan Ketiga, International Keempat muncul untuk mengembalikan kepemimpinan revolusioner Marxis demi perjuangan dan kemenangan kelas buruh.
Seruan “Bubarkan DPR” meletup dari jalanan tanpa komando — ini menjadi isyarat runtuhnya kepercayaan pada parlemen borjuis sekaligus lahirnya tuntutan baru: jika bukan DPR, apa yang menggantikannya?
Meskipun Revolusi 1998 berhasil menumbangkan Orde Baru, tetapi revolusi ini belum mengakhiri kapitalisme. Di tengah-tengah peristiwa yang penuh gejolak penting bagi kaum revolusioner untuk mempelajari revolusi ini.
Roda revolusi telah berputar dan tak bisa berhenti di tempat. Ia entah harus menang dengan menumbangkan rejim, atau mundur dan kalah.
Revolusi telah dimulai. Bubarkan DPR dan Turunkan Prabowo! Bentuk Pemerintahan Kelas Pekerja dan Kaum Miskin
Yang kita lawan adalah keseluruhan sistem kapitalisme yang ada. Berjuanglah demi Revolusi dan Sosialisme!
Sebagai era yang mengangkat rasionalitas dan kebebasan berpikir, Zaman Pencerahan memunculkan pemikiran revolusioner yang menggulingkan sistem feodalisme dan membuka jalan bagi kemajuan di berbagai bidang.