May Day 2026: Reformisme atau Revolusi
May Day 2026 menjadi cerminan gerakan buruh Indonesia, menampilkan perdebatan sesama dua kutub reformisme.
May Day 2026 menjadi cerminan gerakan buruh Indonesia, menampilkan perdebatan sesama dua kutub reformisme.
Marxisme tidak terikat oleh asal-usul geografis, melainkan menekankan universalitas analisis kondisi material, bukan lokasi atau budaya tertentu.
Penindasan perempuan setua masyarakat berkelas, dan cara mengakhiri penindasan perempuan adalah mengakhiri masyarakat berkelas itu sendiri.
Rezim kapitalis Prabowo-Gibran telah menjadi penghambat perjuangan hak-hak perempuan dan rakyat. Mereka semuanya harus digulingkan.
Kapitalisme, yang diklaim membawa kemajuan, justru menjadi akar penyebab perang sepanjang sejarah, memicu konflik dari Perang Dunia hingga krisis kontemporer demi perebutan sumber daya.
Dalam pertambangan nikel, negara tidak hanya mengatur, tetapi juga memfasilitasi kepentingan kapitalis.
Ada ketidakpercayaan terhadap ekonomi Indonesia. Kondisi bursa ini merupakan yang terendah setelah sempat runtuh pada 1998.
Perdamaian sejati tidak lahir dari dominasi sepihak, tidak dibangun dari perlucutan sepihak tanpa pengakuan hak politik, dan tidak akan pernah tumbuh bila hak menentukan nasib sendiri rakyat Palestina tidak menjadi pusat setiap perundingan.
Harapan bahwa dunia multipolar akan mengurangi penindasan runtuh ketika “Doktrin Donroe” justru menormalisasi agresi baru, membuktikan bahwa selama kapitalisme tetap berdiri, konflik antar-imperialis akan terus berlangsung.
Selama kapitalisme dipertahankan, krisis upah dan kerja muncul sebagai masalah, karena akar persoalannya ada pada relasi kepemilikan dibawah struktur sistem.