Belanda dan Dekolonisasi Indonesia
75 tahun kemerdekaan Indonesia hanya berarti kemerdekaan bagi kapital Belanda dan kapital Indonesia untuk menjarah bangsa ini dan mengeksploitasi rakyat pekerja.
75 tahun kemerdekaan Indonesia hanya berarti kemerdekaan bagi kapital Belanda dan kapital Indonesia untuk menjarah bangsa ini dan mengeksploitasi rakyat pekerja.
Dialog dan maaf memaafkan sudah bukan lagi jalan keluar tetapi perangkap bagi perjuangan Papua
Hentikan teror! Hentikan kekerasan! Beri hak penentuan nasib sendiri bagi Papua
Setiap tanggal 1 Desember kita mendengar pekik kemerdekaan yang dikumandangkan oleh rakyat Papua. Tahun ini tidak berbeda. Demonstrasi damai menuntut referendum penentuan nasib sendiri atas Papua bergema di seluruh Indonesia.
Cita-cita kemerdekaan 1945 bukan dikhianati, tetapi memang hasilnya tidak bisa lain dari apa yang kita lihat sekarang selama kita masih berada di bawah kerangka kapitalisme dan negara borjuis.
Tujuh puluh satu tahun yang lalu, tepat pada tujuh belas Agustus, rakyat Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya. Peristiwa ini tidak hanya menandai pembentukan sebuah negara bangsa, tapi juga menandai sebuah perjuangan kelas di Indonesia.
Globalisasi yang tengah berlangsung di bawah kapitalisme telah menyatukan nasib seluruh rakyat pekerja dunia.
Solusi yang dibutuhkan untuk masalah-masalah sosial, politik, ekonomi, dan pembebasan nasional yang dihadapi oleh rakyat pekerja Papua adalah solusi yang bersifat revolusioner.
Hari ini hampir 85% migas Indonesia ada di tangan asing. Kendati kekayaan migas yang besar, negeri kita tetap tidak mampu mensejahterakan rakyatnya.
Setelah dipersatukan lewat revolusi kemerdekaan, mengapa di Indonesia sekarang muncul berbagai perjuangan kemerdekaan dari minoritas-minoritas seperti di Aceh dan Papua? Apa yang menyebabkan munculnya perjuangan ini?